Selasa, 12 November 2019

Yuk Cari Tau Perbedaan Antara Procurement Dan Purchasing


Procurement dan purchasing, merupakan istilah yang seringkali didengar ketika berada dalam dunia kerja. Walaupun cukup sering diucapkan, masih ada saja yang belum mengenali perbedaan kedua poin tersebut. Hal ini bisa saja terjadi, karena dua poin tersebut memang saling berkaitan. Fungsi dari procurement adalah keseluruhan kegiatan pengadaan sedangkan  purchasing  merupakan bagian dari purchasing. Lalu, dimana letak perbedaannya ? Simak ulasan berikut.

Perbedaan yang Paling Terlihat Dari Keduanya

1. Apa Itu Procurement
Procurement merupakan suatu istilah, untuk proses keseluruhan dari segala kegiatan pengadaan ataupun pembelian. Istilah tersebut, juga bisa disebut sebagai Procure to Play. Dalam proses ini, diperlukan berbagai serangkaian kegiatan, mulai dari purchasing, expediting, dan traffic. Dimana, setiap proses ini, memiliki tanggung jawab dan makna yang berbeda. Proses yang dijalani dalam procurement lumayan beragam.

Proses yang perlu dilakukan pada Procurement adalah perencanaan strategis, pengadaan tender, pembuatan negosiasi pembayaran, pemilihan vendor, pembuatan kontrak, pembelian jasa atau barang,  penerimaan barang atau jasa, penilaian barang atau jasa, pembayaran vendro, dan untuk mencatat aset dari perusahaan yang diembannya. Segala proses ini, perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Siklus dari proses procurement, akan dimulai ketika pengumpulan permintan barang maupun jasa dari unit lainnya, telah sampai pada proses pembayaran pada vendor. Apabila proses belum menyentuh bagian tersebut, maka proses procurement belum bisa berjalan. Ketika segala rangkaian proses pembelian telah dilakukan, bagian procurement diwajibkan untuk membuat PO. Fungsi dari PO, adalah sebagai dokumen order yang dilakukan secara sah. 

Dengan adanya data PO bagi procurement adalah, memastikan detail order yang dilaksanakan sekaligus untuk melacak pesanan yang dilakukan. Namun setiap perusahaan, memiliki cara procurement yang berbeda, dimana tergantung dari sifat dari perusahaan. Yang perlu dilakukan oleh procurement, dibagi menjadi dua hal yaitu expediting dan traffic. Expediting untuk mengawasi sekaligus memastikan segala hal terkait PO, dan traffic berhuungan dengan pengiriman.

Procurement sendiri, dibagi menjadi dua bagian, yaitu procurement sederhana dan procurement secara kompleks. Pada procurement sederhana, tugasnya sedekar melakukan pembelian atau permintana yang dilakukan berulang ulang. Sedangkan procurement kompleks memiliki tugas yang cukup lengkap, mulai dari pencarian supplier untuk jangka waktu panjang atau tetap memilih fundamental yang sudah berkomitmen dalam satu organisasi. 

2. Apa Itu Purchasing
Purchasing termasuk dalam bagian dari rangkaian proses pada procurement, namun makna keduanya berbeda. Purchasing adalah proses dalam pembelian barang maupun jasa, dimana para purchaser nantinya akan membeli serangkaian barang . Dalam proses ini, purchasing perlu melakukan meminta penawaran kepada vendor, membuat PO, menerima barang yang dipesan, negosiasi, hingga melakukan pembayaran. 

Hal penting yang harus diperhatikan pada saat proses purchasing, adalah budget yang dimiliki perusahaan. Agar upaya negosiasi berjalan sesuai rencana, pastikan terlebih dahulu bahwa budget yang dimiliki mencukupi. Apabila dana yang dimiliki tidak mencukupi, maka pembelian barang atau jasa bisa berujung kegagalan. Untuk proses purchasing tidak tergantung dari besar kecilnya sebuah perusahaan, namun kegiatan ini perlu dilakukan secara rutin.

Sebelum mengadakan negosiasi dalam proses procurement adalah, seorang purchasing  perlu mencari data data terkait perusahaan dan besaran dana yang diperkiran  untuk membelii suatu barang. Apabila barang yang dibeli memiliki harga yang lebih tinggi, maka perusahaan tidak akan mampu membelinya. Namun jika seorang Purchasing sudah mengetahui budjet yang dimiliki perusahaan, akan memudahkan dirinya dalam pelaksanaan negosiasi. 

Procurement, menjadi kegiatan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan, terutama perusahaan yang bergerak dalam bidang manifaktur. Ketika dana yang dimiliki perusahaan menipis, tugas dari procurement yaitu mendapatkan barang maupun jasa yang diinginkan. tidak sembarang barang yang bisa dibeli, namun barang atau jasa hendaknya memiliki kualitas jempolan dengan kuantitas tepat.


EmoticonEmoticon