Jumat, 16 Agustus 2019

Tahap Penyusunan Standar Operating Procedure (SOP) Untuk Usaha Cafe


Maraknya bisnis makanan seperti café saat ini memunculkan persaingan yang cukup ketat. Beberapa diantara pengusaha ada yang dapat bertahan, namun tidak sedikit yang justru gulung tikar. Jika mau melihat beberapa faktor atau strategi usaha yang dilakukan guna bisnis seperti restoran atau café dapat bertahan, salah satunya tentu terdapat pada sistem atau Standar Operating Procedure (SOP) yang baik serta dijalankan dengan utuh serta sistematis.
Jika saat ini anda tengah berencana membangun usaha yang bergerak dalam bidang makanan atau minuman, seperti misalnya café dan merasa bahwa sebuah SOP dibutuhkan untuk ruang lingkup kerja dalam bisnis yang nanti anda jalankan, maka penting kiranya menyimak apa itu sop dan apa saja langkah penyusunan SOP untuk café. Setidaknya, dengan mengetahui apa saja langkah-langkah yang bisa dilakukan guna membuat SOP yang tepat, anda bisa lebih mudah dalam menjalankan bisnis.
1.    Identifikasi Desain Produk
Salah satu daya tarik dalam sebuah usaha kuliner atau café, salah satunya adalah desain produk. Itulah mengapa, bagian ini perlu mendapatkan perhatian utama sebelum akhirnya benar-benar membuka usaha.  Sebaiknya, tentukan bagaimana desain produk yang menarik. Jika tidak memiliki skill dan pengetahuan dalam bidang desain, anda bisa meminta jasa desain khusus untuk pembuatan desain produk seperti yang anda inginkan. Sesuaikan desain dengan jenis usaha dan target pasar anda nantinya.
2.    Analisa Anggaran Operasional
Setelah desain produk dibuat dengan menyasar segmen pasar tertentu, maka selanjutnya melakukan analisa anggaran operasional. Langkah kedua ini perlu dilakukan tidak hanya untuk mengetahui seberapa besar modal yang diperlukan untuk memulai sebuah usaha, tetapi juga sebagai persiapan keuangan agar lebih sistematis, terarah dan akurat. Sebisa mungkin jika budget yang digunakan untuk keperluan usaha, tercatat jelas dan detail dalam bentuk laporan nantinya. Analisa anggaran akan sangat memudahkan memperkirakan berapa biaya operasional dan kebutuhan bahan lainnya yang harus dibeli.
3.    Penyusunan Proses Bisnis
Tahap selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyusun proses bisnis yang akan dijalankan. Dalam sebuah bisnis seperti café, tentu ada alur prosesnya seperti mulai dari berbelanja kebutuhan bahan, pembuatan hingga penyajian. Setiap proses ini hendaknya disusun secara detail dan berkesinambungan. Sebagai pemilik usaha, anda sudah seharusnya memahami setiap tahapan proses bisnis yang dijalankan. Bukan hanya karena anda sebagai owner, tetapi juga sebagai landasan dasar anda dapat menjalankan dan mengawasi setiap kinerja karyawan nantinya.
4.    Penentuan Tahapan Proses Di Dalam SOP
Apabila ketiga tahapan sebelumnya sudah dijalankan, maka tahap berikutnya yang harus dilakukan adalah menentukan tahapan proses dalam SOP. Sistem menajemen oeprasional kerja haruslah jelas, terukur, utuh dan detail sehingga nanti setiap pegawai dapat menjalankannya dengan mudah dan benar. Hendaknya tiap elemen proses dapat menumbuhkan dan menggerakkan semangat kerja karyawan serta cashflow di perusahaan. Beberapa SOP penting yang harus dibuat adalah SOP tentang penjualan, layanan terhadap konsumen dan juga peningkatan pasar.
5.    Pengembangan Program Pelatihan
Agar konsep usaha dapat dijalankan dengan baik maka perlu diadakan pengembangan skill berupa program pelatihan. Program seperti ini tidak hanya dapat meningkatkan kerja, tetapi juga sebagai bentuk realisasi konsep kerja terhadap satuan unit proses.
    SOP pada sebuah bisnis sangat berguna untuk menertibkan aturan kerja, sebagai landasan atau acuan kerja dan juga dapat menjadi sebuah media bagi perkembangan bisnis yang dijalankan. Oleh karena itu, hendaknya setiap usaha memiliki SOP yang jelas, terarah, utuh dan sesuai dengan visi misi perusahaan.


EmoticonEmoticon